Movies and movies

Yesterday I watched 2 movies. After worked, straight away went to Jurong east and waited for bus to IMM to eat Pepper Lunch. The shuttle bus waiting time is intollerable. I waited there from 6.45 until 7.30 then it came. Tsk tsk…. I won’t use it anymore. Then went to IMM, afterwards we decided to eat SUBWAY instead, since it’s cheaper than pepper lunch hahahha….Should have gone to Bukit Batok instead then. The SUBWAY there is very nice, they baked really baked the bread, it’s crunchy and fullfilling. Yummy…..

Then went to Jurong east back and ended watching I AM LEGEND since it is highly recommended by a friend. At the first time, it’s really make me scare. I kept closing my eye and covering my ears. I wanted to run from the theatre. I did not like horor, specially zombies, hiiiii……….

But in the end it’s not as scary as I thought, since it is more on drama side. But I kept waiting the fighting part, the best hour, it never came and suddenly it just ended. hahaha…. I think because it’s not an action movie instead more on drama.

When I went back it already reached around 12 and I turned on my TV and found an interesting movie. I did not know the title, but kept watching until the end around 3, hahaha….

It is a touching story of real story on a transveties in Thailand. It showed the struggle from he was a kid, became a monk, and became a Thai Boxing champs. It was very interesting story. But somehow I just thought, is it possible God created human with such dillemma in their lifes. God created human as His image. I believe God will be sad when He sees His creation like that.

But when you see his life, it’s really indeed a struggle for him to survive in life. He kept questioning his true identity. I wish he knew God’s love, but do you think it will change him? When I saw in the movie, in Thailand it’s common to see this kind of transvieties. Maybe environment is one the reason to support the changes? Like nowadays, in US or even in korean drama, girl and boy live together in the same roof. Is it normal? Or society become more and more immorral. Such a destroyed world we are now. But I still do not know how to comment on this transvieties and homosexual. Whether I trully against them or not, since you had to know their struggle in live. Just like a friend say to me, “You can hate their decission/behaviour, but you have to continue love them. God loves them too.”

Movie review from vcd

Tadi nonton vcd judulnya Together. Bagus banget. Pokoknya top banget, tentang maen biola. Anak kecilnya jagooo banget….terus bapaknya ama big sisternya baekkk…..guru biolanya juga baekkk….bagus banget deh pokoknya.

Death Note addiction

Another addiction. Hahaha, yesterday I watched this movie with one of my small group member. And you know what, I found this very very very interesting. A battle of inteligence and character between 2 smartest and cutest guy. One is a murderer, as simply as write down the name of people on the death note, and the other is a detective to solve this problem. Hahaha…..very smart plot story. There will be the sequel coming out this November in Japan. The story here haven’t finished, still continuing for the sequel.

When I got back, I rushed to search on internet about the manga, and I got the website where I can get all the comic downloaded.

Then I read until I felt sick huhuhu….. Because I can’t stand the story too slow, I read straight the end. He died.

Life Story

Barusan nonton Life Story di TV. Sedih sih ceritanya. Sebuah keluarga, ada 2 anak cewe remaja. Papinya nyeleweng ama cewe laen di Cina. Kasian banget maminya. Si istri ampe datengin ke Cina buat labrak si cewe Cina. Kurang ajarnya si cewe Cina masih muda banget, seumuran anak cewenya kali. Terus ga mau lepasin suaminya itu. Yang parahnya, suaminya mau cerai-in istrinya demi nih cewe. Terus pake ngancem bakal kasih tau anaknya, disuruh voting keluarga. Jelas2 anaknya mana mau. Terus dia malah pake bilang, si cewe Cinanya mau sertifikat marriage, jadinya dia mau minta cerai, biar cewe Cinanya dapet sertifikat merit. Terus dia bilang, meski uda cerai, dia bakal tetep hidup seperti suami istri. Si istri marah, dia bakal dijadiin so called ‘Mistress’.
 
Yang nyebelinnya, si suami sampe berlutut berkali2 ampe ngancem bunuh diri, supaya si istri mau tanda tangan surat perceraiannya. Terus istrinya ngomong, (diterjemahkan dalam bahasa Indo) “Kok elo tega banget sih ama gua. Emangnya gua salah apa. Emangnya gua pernah ngapain sampe elo jadi begini. Gua ini istri lo.”  Si suami jawab, ”Gua ga tau. Yang gua tau gua jatuh cinta ama cewe laen. Gara2 apa juga gua ga tau. Mungkin gara2 elo adalah elo (you are being you). Gua ga tau juga. Yang gua tau, gua pengen nikahin dia, kalo ga, gua bakal mati. Divorce me or burried me.”
 
Gile kurang ajar banget. Yang sebel itu kata2 yang bilang, maybe because you are being you. Itu bener2 ridicolous banget. Huh jadi sebel ama yang namanya cowo (gua pernah mendapatkan jawaban itu dari seseorang, dan itu bener2 bikin org clueless and emang ga bisa diubah lagi, because I just being me, if I am not being me anymore, then I am not me.) Siapa sih yang ngajarin cowo2 suka nyerong and selingkuh? Asal mulanya dari mana coba, Adam dan Hawa aja rukun2 aja tuh. 
Powered By Qumana

My Lovely Samsoon

Another korean movie I like, now showing on channel U from Mon-Fri at 10 pm. It’s winning some award!

Orange Days

Dulu pas di hall sebelon pindah ke rumah baru sempet nonton sebuah Jdorama judulnya Orange Days. Ini ceritanya tentang sekelompok mahasiswa final year yang lagi job hunting en dia ga dapet2 kerja. Sebenernya, ceritanya ttg kisah cinta mahasiswa itu lah. Cuman yang menarik itu adalah kata2 pembukanya. Jadi gua cuman nonton episode 1 aja. Hehehe…


We were under the sky and had courage like an orange that had descended from the heavens.

This is where I am, stuck between being a college student and an outstanding member of society.

Itu sedikit kata2nya. Moment-nya pas banget pas kayak final year. Semuanya lagi job hunting, and it’s really true, gua merasa ga pengen jadi orang dewasa yang rasanya dunia yang berbeda banget. Kalo dunia orang dewasa sepertinya loe dibelenggu oleh banyak hal, musti nurut bos, dll. Sedangkan being a college student is a free life, just like an orange.
Silakan menyaksikan episode 1-nya, selanjutnya cari sendiri hehehe….

Powered By Qumana

Sushi dan ICE AGE 2

Hari ini adalah hari yang ditunggu2, soalnya gua dan rumet gua berencana jalan2 ke orchard! Nonton ICE AGE 2 dan makan sushi. Jadi ceritanya gw dapet tiket nonton ICE AGE 2 perdana di Cathay dari M1, gara2 poin gua yang tinggi. Terus kebetulan di restoran sushi deket situ kalo hari selasa jadi setengah harga, makanya kami gembira banget.

Di tiket tertulis pilem diputar jam 7.05, kami berangkat dari hall jam 5 sore, tiba di restoran sushi jam 6.15 terus makan dengan nikmat sampai jam 7 sore, soalnya studionya pas di depan restorannya (setidaknya itu yang kami pikir). Lalu kami menuju pintu masuk, sungguh aneh kenapa sepi ya, waktu itu nonton brokeback mountain di studio 2 juga, kok ga ada org, lalu kami bertanya pada salah satu penjaga pintu di sana.

“Excuse me, where is studio 2? We are going to watch ICE AGE 2″
“Ooo, it is located at 6th floor, 1 floor from here ……. Wait a minute, this is a different Cathay, the one at Dhoby Gout, a new one.”
(stunned) “O..o.. what? Oh no! we are at the wrong place. Thanks! Lets go”
(after walking few metres) “Wait, we don’t know the place. Better ask first”
(go back to the guards) “Sorry, but which part of Dhouby Gout is it?”
“It is the one next to SMU building (smiling face). I think you better take a cab there.”
“Thanks”
Yak gitu lah ceritanya tadi, terus kita lari2 ke lantai bawah, cari taxi. Masalahnya di Cathay Cine ga ada taxi stand, dari pengalaman dulu bersama JH kita berdiri di bagian luar terus melambai2 ke taxi. Tapi ini kenapa taxi ga ada yang mau berhenti liat tangan gua, apa ga keliatan ya. Pindah tempat, mungkin tll deket lampu merah. Melambai2 lagi, loh kenapa lagi dilewatin 2 taxi kosong, apa gua salah cegat taxi nih. Oh ada taxi kosong dari gedung sebelah mau keluar, gua cegat aja. Langsung gua lambai2 di depan taxinya, untung sopirnya baek, gua dikasih masuk (bersama rumet gua tentunya) meski di belakangnya ada banyak mobil mau keluar juga.
Akhir menuju gedung Cathay baru dengan kurang lebih 10-15 menit tapi dengan fee $5.7 dolar, luar biasa, gara2 ada peak charge $2, hampir dua kali lipat taxi farenya yang cuman $3.7
Wahh gedung barunya sungguh luar biasa megah dan indah, segera menuju ke lantai 6, rame banget, terus masuk deh. di tempat duduk jam 7.20 (15 menit telat) dan pilemnya belon mulai, horeeeee!!!


Powered By Qumana

Poligami

Saya ini penggemar pilem, selalu melihat trailer pilem terbaru di Singapore maupun di dunia sekarang ini. Ntah kenapa dari dulu selalu tergila-gila ama yang namanya pilem. Meski saya ga apal nama bintang pilem semua dan pemenang2 oscar, tapi bisa dibilang saya lumayan up to date. Dulu sewaktu di Indo, saya suka banget ama yang namanya Nomat-nonton hemat hari Senin. Pasti saya selalu yang ngajakin anak2 nonton bareng di mall.

Di Singapore saya juga suka nonton, meski ga sesering di Indo soalnya lebih mahal di sini. Saya lebih memilih membeli vcd nya karena harganya toh ga jauh beda dengan tiket nonton dan bisa diulang2 nontonnya, lalu kalo ga suka, vcdnya bisa dijual lagi meski dengan harga lebih murah.

Lalu kenapa judul postingan saya adalah poligami. Begini, saya juga sering mengunjungi website studio 21 Indonesia http://www.21cineplex.com/main/ utk mengetahui pilem Indo apa sih yang lagi beredar sekarang. Kita tau, sejak AADC yang terkenal itu, pilem Indonesia jadi semakin marak dan banyak diproduksi. Dari pilem horor, pilem remaja, sampai pilem drama. Nah sewaktu hari ini saya meng-klik website ini, ada sebuah pilem Indo baru yang berjudul Berbagi Suami http://www.berbagisuami.com mari saya copy-kan sinopsis cerita ini.

Tiga perempuan yang berasal dari tiga kelas sosial, ekonomi dan suku yang berbeda membuka tabir tentang kehidupan poligami mereka. Perempuan-perempuan ini mengalami kondisi yang mirip satu sama lain, tetapi dengan latar belakang pribadi dan karakter yang berbeda.

Salma (Jajang C Noer) adalah seorang dokter ahli kandungan yang. Di tengah kehidupannya yang mapan, ia harus berjuang mempertahankan keutuhan rumah tangganya, walaupun Pak Haji (El Manik), suaminya telah menikahi perempuan yang lebih muda (Nungky Kusumastuti). Nadim (Wingky Wiryawan) anak semata wayang Salma menjadi alasan Salma untuk menjalani kehidupan poligaminya. Walaupun akhirnya Nadim justru tumbuh menjadi anak yang menentang poligami.

Siti (Shanty) adalah seorang gadis Jawa, yang bercita-cita untuk memperbaiki kehidupannya di Jakarta. Tinggal di rumah sempit Pak Lik-nya (Lukman Sardi), bersama dua istrinya (Ria Irawan dan Rieke Dyah Pitaloka), membuat Siti terbiasa dengan kehidupan poligami di rumah tangga pamannya ini. Namun Siti tidak pernah menyangka bahwa pamannya menaruh hati terhadap dirinya dan berniat menikahi Siti sebagai istri ketiga. Hubungan Siti dengan kedua istri pamannya justru semakin akrab setelah ia menjadi istri ketiga dan ini membuat situasi rumah tangga mereka unik.

Ming (Dominique) seorang perempuan muda keturunan Tionghoa yang terkenal sebagai “kembang” di restoran bebek panggang tempatnya bekerja. Koh Abun (Tio Pakusadewo), koki yang juga pemilik restoran, tak dapat menyembunyikan keinginannya untuk mengawini Ming. Bahkan istrinya yang galak, Cik Linda (Ira Maya Sopha) pun tak mampu manghalanginya. Ming menerima pinangan Koh Abun, yang sebenarnya lebih pantas menjadi bapaknya, karena merasa ‘aman’. Ketika Firman (Reuben Elishama), bekas pacar Ming yang telah menjadi sutradara film menawarkan peran utama di filmnya, Ming mulai membutuhkan kebebasan dan menyadari potensinya.

Ruang kehidupan Salma, Siti dan Ming berbeda dan mereka tak saling mengenal satu sama lain. Namun, mereka terkadang bertemu diruang publik Jakarta yang padat, tanpa menyadari bahwa mereka mengalami masalah kehidupan yang hampir sama.

Saya ga cuman mau mengkritisi pilem ini, tapi juga tentang poligami yang menurut saya itu adalah tindakan pelecehan terhadap kaum wanita. Saya tau kenapa pilem ini dibuat, meski hanya kira2 semata dan mendapatkannya dari seorang teman. Kita tau ayam goreng wong Solo di Jakarta, dan kita tau bahwa pemiliknya yaitu si Wong Solo sendiri memiliki istri dari 1 orang alias poligami. Kemudian, salah seorang pejabat tinggi Indonesia (saya tak usah menyebut siapa orangnya) juga penganut poligami dan dia bangga. Bahkan dia mendorong semua orang untuk berpoligami dengan alasan untuk membantu wanita2 yang membutuhkan perlindungan. Entah apa yang ada dalam pikirannya, saya sangat tak setuju dengan hal ini. Bahkan yang mengagetkan adalah salah satu istrinya itu adalah orang berpendidikan yang cukup tinggi (kalau tidak sarjana S1, berarti master) mendukung suaminya dan bahkan mencarikan istri ke-sekiannya. Sungguh aneh.

Jelas saya sangat tidak suka dan tidak setuju sama yang namanya poligami. Menurut saya ini cuman sebuah alasan2 semata bagi pria-pria yang ingin menikmati yang namanya (maap) ‘hubungan intim’ dengan legal. Biar bisa dibilang mereka tidak melakukannya di luar nikah, tapi menurut saya ini tidak ada bedanya. Dan kenapa wanita-wanita ini justru merasa senang dipologamikan, karena mereka merasa dilindungi dan aman. Kurangnya pendidikan bagi kaum wanita dan merasa diri memang rendah dan ga bisa berbuat apa-apa tanpa kaum pria-lah yang menyebabkan hal ini. Wahai kaum wanita Indonesia, kita ini wanita-wanita perkasa yang bisa berdiri sendiri, tidak usah takut untuk maju. Untuk apa Kartini susah payah memperjuangkan pendidikan bagi kaum wanita, kalo sekarang nyatanya kita masih tidak berpendidikan dan bisa dinjak-injak semaunya.

Powered By Qumana

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.